| FAQ | Peta Situs | Kamus | A A A

Berita Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan

Pertemuan Rutin & Rapat Evaluasi Penggunaan e-katalog Direktorat Bina Obat Publik dengan Industri Farmasi dan Distributor

Pengadaan obat berdasarkan katalog elektronik telah memasuki tahun ke tiga, dimana dalam pelaksanaannya masih ada masalah dan kendala, sehingga diperlukan komitmen yang kuat antara penyedia Industri Farmasi berikut jaringan distribusi, satker dan pemegang kebijakan termasuk LKPP dan kami di Kementerian Kesehatan agar E-Catalogue dan E-Purchasing berjalan dengan baik.Hal itu lah yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan ...

Selengkapnya »

Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas, Kementerian Kesehatan Luncurkan “Faralkes Online”

Dalam upaya mencegah praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, Kementerian Kesehatan (Kemkes) hari ini merilis tiga produk farmasi dan alat kesehatan (faralkes) online. Dengan sistem online tersebut, segala bentuk pelayanan dan transaksi dapat lebih mudah ditelusuri. “Dengan sistem online ini, segala bentuk transaksi bisa lebih terbuka. Ini merupakan upaya untuk lebih transparan dan akuntabel,” kata Menteri Kesehatan (menkes), Prof. Dr. Nila ...

Selengkapnya »

The 30th Meeting of Asean Working Group on Pharmaceutical Development

Kementerian Kesehatan, khususnya Ditjen Binfar dan Alkes, patut merasa berbangga karena telah sukses menyelenggarakan The 30th Meeting of ASEAN Working Group on Pharmaceutical Development (AWGPD) pada tanggal 9-11 Juni 2015. Acara yang dilaksanakan setiap tahun ini diadakan di Hyatt Hotel Yogyakarta dan dihadiri oleh anggota-anggota Negara ASEAN dari Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Flipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Pertemuan ...

Selengkapnya »

Pengumuman Pemenang Lomba Desain Logo Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Obat (GNMPO) Tahun 2015

Salah satu penyebab masalah kesehatan adalah penggunaan obat secara tidak rasional, yang dapat mengakibatkan terapi kurang efektif dan efisien. Menurut WHO, lebih dari 50% peresepan dan penggunaan obat di dunia dilakukan secara tidak rasional. Penggunaan obat secara tidak rasional, dapat mengakibatkan terapi kurang efektif dan efisien. Di antara penggunaan obat yang tidak rasional tersebut adalah penggunaan antibiotik/ antimikroba secara tidak ...

Selengkapnya »