Monitoring dan Evaluasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di Kabupaten Natuna

168

Natuna (17/11/17) Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sekretarirat Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan yang dipimpin oleh Ibu Sekretaris Ditjen Farmalkes – Dr. Dra Agusdini Banun S., Apt., MARS. mengunjungi salah satu Wilayah Binaannya di Provinsi Kepulauan Riau, yaitu Kabupaten Natuna. Natuna menjadi salah satu tujuan monev dikarenakan jumlah keluarga terdata di wilayah tersebut paling sedikit dibandingan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan Riau. Ibu Sesditjen menyatakan pentingnya pendataan keluarga untuk mendapatkan gambaran Indeks Keluarga Sehat (IKS) tiap wilayah di Indonesia. Bersama-sama dengan perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, tim Monev melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PIS-PK agar pelaksanaan tersebut sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan sesuai dengan pedoman yang yang digunakan sebagai acuan bagi Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas dalam melakukan monev.

Sesampainya di Natuna, tim langsung mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten dan langsung diterima oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Natuna, Drs. Abdul Gani, M.Si., beserta jajaran dan beberapa perwakilan dari Puskesmas di wilayah Natuna yang termasuk didalamnya Puskesmas Lokus. Dalam pertemuan ini dibahas beberapa hal terkait dalam pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dari tahapan Pelatihan, Persiapan sosialisasi pengorganisasian pembiayaan, kunjungan keluarga dan intervensi awal, dan analisa IKS awal.

Kondisi saat ini, keluarga yang sudah terdata mencapai 2.000 lebih KK di wilayah Natuna yang bersumber dari Puskesmas Lokus dan Non Lokus. Akan tetapi data KK tersebut belum sepenuhnya terinput kedalam aplikasi KS, tercatat baru 425 KK masuk kedalam aplikasi. Arahan Ibu Sesditjen Farmalkes untuk data KK yang belum terinput agar segera dapat dimasukkan ke dalam aplikasi hingga akhir bulan ini sehingga lebih menggambarkan IKS di wilayah Natuna dan dapat menentukan intervensi lanjutan dalam meningkatkan angka IKS. Gambaran IKS di Kabupaten Natuna yang terdapat dalam aplikasi Keluarga Sehat per 16 November 2017 sebesar 0,193 dengan jumlah Keluarga Sehat 84 KK.

Fokus Dinas Kesehatan Kab. Natuna saat ini akan menurunkan angka stunting. Walaupun perairan Natuna merupakan salah satu daerah penghasil ikan terbanyak, angka stunting masih tinggi karena termasuk dalam 100 kabupaten/kota prioritas untuk intervensi stunting. Dinas Kesehatan akan terus berupaya dengan menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam menurunkan angka stunting tersebut.

Selain itu penderita hipertensi di Kabupaten Natuna termasuk yang tinggi di wilayah Kepri. Dinkes Kabupaten telah dan terus berupaya melakukan intervensi untuk menurunkan angkat tersebut, terlihat dari indikator IKS Kabupaten Natuna yaitu penderita hipertensi yang berobat teratur memiliki indeks terbaik diantara kabupaten/kota lainnya di Kepri.

Setelah melakukan pertemuan, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke UPT Puskesmas Ranai, Poskesdes Desa Sungai Ulu dan melakukan kunjungan ke rumah warga sekitar Poskesdes dan berbincang-bincang tentang kondisi kesehatan keluarga tersebut bersama dengan Nakes Puskesmas.

Dikesempatan lainnya Ibu Sesditjen beserta Tim menghadiri Kegiatan Bulan Penimbangan di Kelurahan Bandarsyah. Kegiatan ini rutin dilakukan untuk memantau pertumbuhan dari anak-anak baik bayi maupun balita di wilayah sekitar guna menjaga gizi baik bagi anak-anak.