| FAQ | Peta Situs | Kamus | A A A

Berita Utama


Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-50 Tahun 2014

IMG_0317sMenteri Kesehatan RI Prof. dr Nila F. Moeloek, Sp.M bersama para pejabat dan pegawai Kementerian Kesehatan RI melakukan senam sehat bugar bersama dalam acara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50 di Lapangan Silang Monas Jakarta, Minggu (16/11).

Usai senam bersama, Menkes melepas para peserta Run 5K Golden Health, Jalan Sehat, dan Sepeda Sehat. Selanjutnya, Menkes melakukan cap lima jari tangan sebagai tanda dukungan terhadap komitmen tidak merokok. Puncak peringatan HKN ke-50 ini memang ditandai dengan diraihnya Rekor MURI Cap Tangan untuk Komitmen Tidak Merokok Secara Estafet oleh peserta terbanyak, bahkan menurut MURI jumlah partisipan komitmen tidak merokok ini adalah yang terbanyak di dunia.

Menkes juga menyambut kedatangan Tim Gowes Sepeda SELAWASUTA, yang merupakan singkatan dari “Selatan Jawa from Surabaya to Jakarta” yang terdiri dari tujuh orang dokter, 10 orang tenaga kesehatan dari RSUD dr. Haryoto Kabupaten Lumajang.

Selain itu, Menkes melakukan pemotongan tumpeng secara simbolis dan memberikannya kepada salah satu peserta jalan sehat. Juga tak lupa Menkes canangkan gerakan “Bugar Dengan Jamu” yang disingkat dengan Bude Jamu.

Hari Kesehatan Nasional (HKN) sendiri diperingati pada 12 November setiap tahunnya. Namun penyelenggaraan peringatan HKN ke-50 ini sendiri berlangsung mulai dari tanggal 12 sampai dengan 16 November 2014. Tahun ini HKN mencapai usia emas dengan bertemakan “Sehat Bangsaku Sehat Negeriku”.

Dalam perayaan HKN Emas kali ini, juga digelar Pameran Pembangunan Kesehatan yang dibuka untuk umum mulai dari tanggal 14 s.d 16 November 2014 di Silang Monas Jakarta. Pameran pembangunan kesehatan merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) Emas ke 50 tahun 2014. Pameran bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan, informasi dan edukasi berupa kebijakan kesehatan, produk dan komoditi kesehatan, juga hasil serta keberhasilan pembangunan kesehatan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, juga membuka secara resmi kegiatan Aksi Pengabdian Masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, berbagai unit kerja di Kementerian Kesehatan RI, Organisasi Profesi, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, serta Puskesmas di Wilayah DKI Jakarta, memberikan pelayanan bagi masyarakat, baik berupa pemeriksaan kesehatan, deteksi dini, tes dan konseling.

IMG_0385sMelalui kegiatan tersebut, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan, antara lain:

  1. Pemeriksaan gerak dan fungsi tubuh;
  2. Pemeriksaan dan pelayanan refraksi optis (kesehatan mata);
  3. Deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), seperti pemeriksaan gula darah, kolesterol, tekanan darah, berat dan tinggi ideal (BB/TB), identifikasi kanker payudara melalui metode periksa payudara sendiri (SADARI); clinical breast examination, dan identifikasi kanker servix melalui metode papsmear dan IVA test;
  4. Deteksi tingkat kecemasan dan stres agar masyarakat mampu mengenai status mental emosional melalui metode self-report questioner (SQR);
  5. Bakti bidan dalam pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Komprehensif, seperti pemeriksaan kesehatan ibu hamil; konseling KB, kuesioner kesehatan jiwa dan brain booster;
  6. Konseling dan tes sukarela HIV-AIDS, serta narkoba, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA). Selain itu, juga terdapat konseling berhenti merokok dan alkohol.

Menkes juga melakukan teleconference dengan enam daerah di antaranya Surabaya, Lampung, Banten, Palangkaraya. Daerah pertama teleconference dengan Menteri Kesehatan adalah Surabaya, Jawa Timur dan yang terakhir adalah Provinsi Banten.

Melalui televisi berukuran besar, salah seorang pria dari perwakilan Dinas Kesehatan Surabaya menyatakan puncak kegiatan HKN di sana berlangsung lancar dan meriah.

Pada kesempatan tersebut, Menkes meminta agar komitmen Gerakan Lima Jari Antirokok bisa terus ditegakkan.

“Saya juga minta kepada semua daerah di Indonesia, agar gerakan senamnya tidak hanya dilakukan saat HKN saja. Tapi minimal seminggu sekali, setiap hari Jumat,” kata Menkes.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah daerah saat teleconference tersebut, acara puncak HKN di daerah rata-rata dihadiri oleh 2.000-5.000 orang.

Print Friendly

Beri komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang harus diisi bertanda *

*