| FAQ | Peta Situs | Kamus | A A A

Obat


Simvastatin

simvastatin
Simvastatin adalah grup obat yang disebut HMG CoA reductase inhibitors, atau “statins”. Simvastatin mengurangi kadar kolesterol “jahat” (low-density lipoprotein, atau LDL) dan triglycerides dalam darah, sementara meningkatkan kadar kolesterol “baik” (high-density lipoprotein, atau HDL). Simvastatin digunakan untuk orang dewasa dan anak-anak yang minimal berusia 10 tahun.

Indikasi:
Untuk mengurangi kolesterol dan triglycerides (jenis lemak) dalam darah, dan juga digunakan untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, atau komplikasi jantung lainnya pada penderita diabetes, penyakit atau faktor risiko lainnya.

Dosis:
Dosis awal: 5-20 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari pada malam hari.
Cakupan dosis: 5-40 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari pada malam hari.
Dosis maksimum: 80 mg/hari melalui mulut (per oral).
Untuk penyakit hypercholesterolemia utama dan dyslipidemia campuran: 10-20 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari pada malam hari, sesuaikan pada jarak 4 minggu.
Cakupan dosis: 10-80 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari pada malam hari.
Untuk penyakit homozygous familial hypercholesterolemia: 40 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari pada malam hari, atau 80 mg melalui mulut (per oral) dalam 3 dosis terbagi, yaitu 20 mg, 20 mg dan dosis malam 40 mg.

Efek Samping:
Efek muskoskeletal (myalgia, arthralgia, kram otot); Efek GI (diare, sakit di bagian perut, flatulence); ruam, sakit kepala.
Terjadinya myopathy dan biasanya dihubungkan dengan dosis tinggi ketika statin dikombinasikan dengan nicotinic acid (niacin) atau fibrate, pada pasien dengan kerusakan hati atau ginjal, infeksi serius, hipotiroidisme, dan pada pasien usia lanjut. Terjadinya rhabdomyolysis, namun agak jarang. Sarankan pasien untuk untuk berkonsultasi dengan dokter segera, jika tanda-tanda penyakit otot yang mengarah pada myopathy terjadi (khususnya jika disertai oleh demam dan rasa tidak enak badan).

Instruksi Khusus:
Dosis harus berdasarakan pada riwayat lipoprotein pasien.
Peningkatan dosis harus selesai dalam jarak 4 minggu, sesuai dengan respon pasien hingga tingkat lipoprotein yang diinginkan tercapai.
Tidak boleh digunakan pada pasien dengan penyakit liver (hati) kronis.
Sebelumnya, fungsi liver (hati) harus dites, setelah 6-12 minggu menjalani terapi dan dengan peningkatan dosis manapun.

(sumber)

Beri komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang harus diisi bertanda *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Pin It on Pinterest